This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 13 Oktober 2019

OBESITAS

Obesitas – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

doktersehat-obesitas-pria
DokterSehat.Com– Obesitas adalah kelebihan berat badan yang dapat ditentukan dengan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Obesitas merupakan penyakit yang dapat dicegah dan penyebab kematian di Amerika. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah orang yang mengalami kelebihan berat badan di negara-negara industri telah meningkat secara signifikan; meningkat begitu banyak sehingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyebutkan bahwa obesitas sebagai epidemi.
Di Amerika Serikat, 69 persen dari populasi orang dewasa kelebihan berat badan atau obesitas. Di Kanada, data yang dilaporkan sendiri menunjukkan bahwa 40 persen pria dan 27 persen wanita kelebihan berat badan, dan 20 persen pria dan 17 persen wanita mengalami obesitas. Sedangkan di Indonesia sendiri, sebanyak 40 juta orang dewasa mengalami kegemukan, dan Indonesia masuk ke peringkat 10 daftar negara-negara dengan tingkat obesitas terbanyak di dunia.
Orang yang mengalami obesitas berada pada risiko yang lebih tinggi untuk penyakit yang serius seperti hipertensiserangan jantung, stroke, diabetes, penyakit kandung empedu, dan kanker. Risiko pada orang yang mengalami obesias lebih tinggi dari orang-orang yang memiliki berat badan yang sehat dan normal.
Obesitas ditentukan dengan perhitungan IMT, namun tidak secara langsung mampu mengukur kadar lemak dalam tubuh. Cara perhitungan IMT adalah berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat dari tinggi badan dalam satuan meter. IMT yang sehat adalah yang dalam rentang 18,5–24,9 kg/m2. IMT yang berada di angka 25–29,9 disebut sebagai “overweight”, 30–34,9 disebut “obesitas kelas I”, 35,0–39,9 disebut “obesitas kelas II”, dan di atas 40 disebut “obesitas kelas III”.

Penyebab Obesitas 

Obesitas terjadi ketika tubuh mengonsumsi lebih banyak kalori daripada membakar kalori. Di masa lalu, banyak orang berpikir bahwa obesitas itu hanya disebabkan oleh makan berlebihan dan kurangnya berolahraga, karena kurangnya kemauan dan kontrol diri. Meskipun hal tersebut juga berkontribusi dalam menyebabkan obesitas, para ahli mengakui bahwa obesitas merupakan masalah medis yang kompleks dan melibatkan faktor genetik (keturunan), lingkungan, perilaku, dan sosial. Semua faktor ini berperan dalam menentukan berat badan seseorang.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, faktor genetik (keturunan) tertentu dapat menyebabkan perubahan nafsu makan dan metabolisme lemak yang memicu obesitas. Untuk orang yang secara genetik rentan terhadap kenaikan berat badan (misalnya, memiliki metabolisme yang lebih rendah) risiko menjadi obesitas tinggi.
Meskipun genetik seseorang dapat menyebabkan obesitas, itu bukan penyebab utama. Faktor lingkungan dan perilaku memiliki pengaruh yang lebih besar – mengonsumsi kalori dari makanan tinggi lemak dan melakukan aktivitas fisik sedikit atau tidak setiap hari berolahraga dalam jangka panjang akan menyebabkan penambahan berat badan. Faktor psikologis juga dapat menyebabkan obesitas. Rasa rendah diri, rasa bersalah, stres emosional, atau trauma dapat menyebabkan makan berlebihan sebagai sarana untuk mengatasi masalah.

Gejala Obesitas

Risiko kesehatan yang terkait dengan obesitas dan ciri-ciri obesitas meliputi:
  • Gangguan pernapasan, seperti sleep apnea dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Tipe kanker tertentu, seperti kanker prostat, usus pada pria, kanker payudara dan kanker rahim pada wanita
  • Penyakit jantung koroner
  • Depresi
  • Diabetes
  • Penyakit hepar atau kelenjar empedu
  • Penyakit Refluks Gastroesofagus (GERD)
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolestrol tinggi
  • Penyakit pada sendi (misal osteoartritis) karena tumpuan tubuh membawa berat badan yang berlebih
  • Stroke.
Orang yang mengalami obesitas mungkin memiliki gejala kondisi medis yang disebutkan di atas. Tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, masalah pernapasan, dan nyeri sendi (di lutut atau punggung bawah) seringkali terjadi. Semakin gemuk seseorang, semakin besar kemungkinan mereka memiliki masalah medis yang terkait dengan obesitas. Selain itu, orang gemuk cenderung malas untuk beraktivitas karena beratnya bobot tubuh sehingga orang gemuk cenderung mudah mengantuk karena lambatnya metabolisme tubuhnya.
Dokter juga akan menggunakan pengukuran lainnya seperti ukuran pinggang untuk mengevaluasi risiko kesehatan terkait dengan lemak perut. Ketika IMT dan ukuran pinggang mengindikasikan suatu masalah kesehatan, akan ada pemeriksaan tambahan yang disarankan oleh dokter seperti pemeriksaan EKG, cek darah untuk mengetahui kondisi kolesterol, asam urat, dan sebagainya.

Cara Mengatasi Obesitas

Obesitas dapat diatasi dengan beberapa cara berikut ini:
  • Mengubah gaya hidup: perbanyak olahraga, ubah pola makan yang tadinya mungkin banyak makanan berlemak (seperti gorengan, jeroan) kini diperbanyak dengan buah-buahan
  • Hindari konsumsi alkohol
  • Jangan terlalu keras pada diri sendiri sampai tidak mau makan, ini bukan suatu metode yang tepat. Tetap makan, namun ganti menunya menjadi menu sehat.
  • Obat diet yang diresepkan dokter. Jangan coba-coba meminum obat diet tanpa resep dokter, karena ditakutkan akan melukai lambung maupun usus, dan justru akan mengakibatkan metabolisme tubuh kacau.

Cara Mengobati Obesitas

Jika Anda mengalami obesitas dan belum dapat menurunkan berat badan Anda sendiri, bantuan medis tersedia. Mulailah menghubungi dokter, mereka mungkin dapat merujuk Anda ke seorang spesialis berat badan. Dokter mungkin juga ingin bekerja sama dengan Anda sebagai tim untuk membantu menurunkan berat badan, bersama dengan ahli diet, terapis, dan staf kesehatan lainnya.
Dokter akan mengarahkan Anda untuk mengubah gaya hidup. Kadang-kadang, mereka juga merekomendasikan obat-obatan atau operasi penurunan berat badan.

Perubahan gaya hidup dan perilaku

Tim perawatan kesehatan mennyarankan Anda tentang pilihan makanan yang lebih baik dan membantu mengembangkan rencana makan sehat yang sesuai untuk Anda. Program latihan yang terstruktur dan peningkatan aktivitas harian – hingga 300 menit seminggu – akan membantu membangun kekuatan, daya tahan, dan metabolisme Anda. Konseling atau kelompok dukungan juga dapat mengidentifikasi pemicu yang tidak sehat dan membantu Anda mengatasi masalah kecemasan, depresi, atau makan emosional.

Penurunan berat badan medis

Dokter Anda mungkin juga akan meresepkan obat penurun berat badan yang diresepkan sebagai tambahan selain makan sehat dan rencana olahraga. Obat biasanya diresepkan hanya jika metode penurunan berat badan lain tidak berhasil, dan jika Anda memiliki BMI 27 atau lebih selain masalah kesehatan terkait obesitas.
Obat penurun berat badan resep baik mencegah penyerapan lemak atau menekan nafsu makan. Obat-obatan ini dapat memiliki efek samping yang tidak menyenangkan. Misalnya, obat orlistat (Xenical) dapat menyebabkan buang air besar (BAB) yang sering dan berminyak, urgensi usus, dan gas. Dokter akan memantau dengan seksama saat Anda meminum obat-obatan ini.

Bedah penurunan berat badan

Operasi penurunan berat badan, yang biasa disebut operasi bariatrik, membutuhkan komitmen dari pasien bahwa mereka akan mengubah gaya hidup mereka. Jenis operasi ini bekerja dengan membatasi seberapa banyak makanan yang dapat Anda makan dengan nyaman atau dengan mencegah tubuh Anda menyerap makanan dan kalori. Terkadang mereka melakukan keduanya.
Operasi penurunan berat badan bukanlah perbaikan cepat. Ini adalah operasi besar dan dapat memiliki risiko serius. Setelah operasi, pasien perlu mengubah cara mereka makan dan berapa banyak mereka makan atau berisiko sakit.
Calon untuk operasi penurunan berat badan akan memiliki BMI 40 atau lebih, atau memiliki BMI 35 hingga 39,9 bersama dengan masalah kesehatan yang berhubungan dengan obesitas serius.
Pasien biasanya harus menurunkan berat badan sebelum menjalani operasi. Selain itu, mereka biasanya akan menjalani konseling untuk memastikan bahwa mereka berdua secara emosional siap untuk operasi ini dan bersedia untuk membuat perubahan gaya hidup yang diperlukan.
Sementara, pilihan bedah meliputi:
  • Operasi lambung, yang menciptakan kantong kecil di bagian atas perut yang menghubungkan langsung ke usus kecil. Makanan dan cairan melewati kantung dan masuk ke usus, melewati sebagian besar lambung
  • Laparoscopic adjustable gastric banding (LAGB), yang memisahkan perut Anda menjadi dua kantong menggunakan pita
  • Lengan lambung, yang menghilangkan bagian perut
  • Pengalihan biliopancreatic dengan saklar duodenum, yang menghilangkan sebagian besar perut.sumber:https://doktersehat.com/obesitas/

ORGAN PENCERNAAN TAMBAHAN

Sistem pencernaan

Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian
Sistem pencernaan
Sobo 1906 323.png
Sistem pencernaan
Rincian
Pengenal
Bahasa LatinSystema digestorium
MeSHD004064
TAA05.0.00.000
FMA7152
Daftar istilah anatomi
Organ yang termasuk dalam sistem pencernaan terbagi menjadi dua kelompok — saluran pencernaan dan organ pencernaan tambahan.

Saluran pencernaan[sunting | sunting sumber]

Saluran pencernaan merupakan saluran yang kontinyu berupa tabung yang dikelilingi otot. Saluran pencernaan mencerna makanan, memecahnya menjadi bagian yang lebih kecil dan menyerap bagian tersebut menuju pembuluh darah. Organ-organ yang termasuk di dalamnya adalah: mulutfaringesofaguslambungusus halus serta usus besar. Dari usus besar makanan akan dibuang keluar tubuh melalui anus

Organ pencernaan tambahan (aksesoris)[sunting | sunting sumber]

Organ pencernaan tambahan ini berfungsi untuk membantu saluran pencernaan dalam melakukan kerjanya. Gigi dan lidah terdapat dalam rongga mulut, kantung empedu serta kelenjar pencernaan akan dihubungkan kepada saluran pencernaan melalui sebuah saluran. Kelenjar pencernaan tambahan akan memproduksi sekret yang berkontribusi dalam pemecahan bahan makanan. Gigi, lidah, kantung empedu, beberapa kelenjar pencernaan seperti kelenjar ludahhati dan pankreas.SUMBER:https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pencernaan
Digestive system diagram numbered.svg

organ pencernaan utama

Jenis dan Fungsi Organ Pencernaan Utama dan Tambahan Pada Manusia

Jenis dan Fungsi Organ Pencernaan Utama dan Tambahan Pada Manusia


Sahabat Pendidikan sekalian, artikel berikut akan membahas mengenai system pencernaan pada tubuh manusia mulai dari proses pencernaan utama hingga system pencernaan tambahan yang didalamnya akan diterangkan mengenai struktur dan fungsi pencernaan itu sendiri, dan untuk mempersingkat waktu mari kita sama-sama menyimak ulasan berikut ini !

Makanan diperlukan tubuh untuk memasok energy keseluruh tubuh. Makan diproses didalm tubuh melalui 4 tahap yaitu : ingesti, ( proses memasukkan makanan kedalam mulut ), digesti ( pencernaan ), absorpi ( penyerapan ), dan defekasi ( pengeluaran ). Pada saat masakan masuk kedalam mulut, proses pencernaan dimulai. Pencernaan merupakan proses memecah makanan menjad molekul kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh melalui pembuluh darah. Selanjudnya, molekul makanan dari darah masuk kedalam sel melintasi membrane sel . molekul yang tidk digunakan dan tidak dibutuhkan oleh tubuh akan dikeluarkan dari tubuh melalui system ekskresi seperti keringat dan urine. Makanan yang tidak tercerna berupa fases akan dibuang melalui anus, proses ini disebut dengan defekasi.

Pencernaan makan terbagi atas dua macam, yaitu : pencernaan mekanis dan pencernaan kimiawi. Pencernaan meknis terjadi ketika makanan dikunyah, dicampur dan diremas. Salah satu contohnya terjadi didalam mulut yaitu pada saat makanan dihancurkan oleh gigi didalam mulut. Pada pencernaan kimiawi terjadi reaksi kimia yang mengurai molekul besar makan menjadi molekul yang lebih kecil. Pencernaan kimiawi pada proses pencernaan biasanya dilakukan di bantu oleh enzim-enzim pencernaan, seperti enzim amylase pada mulut. Perhatikan gambar berikut :

1. Organ Pencernaan Utama

Advertisement 2
Sistem pencernaan manusia terdiri atas organ utama berupa saluran pencernaan dan organ aksesori (tambahan). Saluran pencernaan merupakan saluran yang dilalui bahan makanan yang dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rectum, dan berakhir di anus.

Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan Utama dan Tambahan Pada Sistem Pencernaan Manusia
Organ Pencernaan Utama
Lidah, gigi, kelenjar air ludah ( kelenjar saliva , hati, kantong empedu dan pangkreas merupakan organ tambahan yang membantu pencernaan mekanis dan kimiawi. Kelenjar pencernaan adalah organ tambahan yang mengeluarkan enzim untuk membantu mencerna makanan . lebuh jelasnya mari kita bahas satu persatu system pencernaan yang meliputi saluran pencernaan dan organ tambahan atau aksesori dibawah ini :

a. Mulut


Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan Utama dan Tambahan Pada Sistem Pencernaan Manusia
Struktur Mulut
Pencernaan Ingesti terjadi dimulut. Didalam mulut, terdapat gigi, lidah dan kelenjar air liur (saliva). Air liur mengandung mukosa atau senyawa yang berfungsi sebagai anti bakteri, dan enzim amylase atau dikenal dengan enzim ptyalin. Enzim ini akan memecah molekul amilum menjadi molekul maltose. Didalm mulut terjadi pencernaan makanan sacara mekanis dan kimiawi.

b. Kerongkongan ( Esofagus )

Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan Utama dan Tambahan Pada Sistem Pencernaan Manusia
Kerongkongan
Setelah melalui rongga mulut, makanan yang berbentuk bolus akan masuk kedalam tekak ( faring ). Faring adalah saluran yang memanjang dari bagian belakang rongga mulut sampai kepermukaan kerongkongan  (esophagus ). Pada pangkal faring terdapat katub pernafasan yang disebut dengan epiglottis. Epiglottis berfungsi untuk menutup ujung saluran pernapasan ( laring ) agar makanan tidak masuk kedalam saluran pernapasan. Setelah melalui faring, bolus menuju ke esophagus (kerongkongan). Otot kerongkongan berkontraksi sehingga menimbulkan gerakan meremas yang mendorong bolus kedalam lambung. Gerakan otot ini disebut dengan gerakan peristaltic.

c. Lambung.

Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan Utama dan Tambahan Pada Sistem Pencernaan Manusia
Lambung
Setelah dari esophagus makanan masuk kedalam lambung. Didalm lambung terjadi pencernaan mekanis dan kimiawi. Secara mekanis otot lambung berkontraksi mengaduk aduk bolus. Secara kimiawi bolus tercampur dengan getah lambung . Getah lambung mengandung asam klorida ( HCI ), enzim pepsin, dan enzim rennin. HCI berfungsi untuk menjadikan ruangan dalam lambung bersifat asam ( pH 1-3 ) sehingga dapat membunuh kuman yang masuk bersama dengan makanan. Enzim pepsin akan menghidrolisis ( memecah )protein menjadi pepton ( Campuran dari polipeptida dan asam amino). Enzim rennin akan mengendapkan protein kasein yang teredapat dalam susu. Setelah melalui proses penceranaan selama 2-4 jam didalam lambung, bolus menjadi bahan kekuningan yang disebut dengan kimus (bubur usus). Kimus akan masuk sedikit demi sedikit kedalam usus dua belas jari. Pengaturan ini dibantu oleh adanya spingter, yaitu otot-otot yang tersusun melingkar antara lambung dan usus dua belas jari.

d. Usus Halus

Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan Utama dan Tambahan Pada Sistem Pencernaan Manusia
Usus Halus
Usus halus memiliki panjang sekitar 8,25 meter. Usus halus terdiri atas tiga bagian yaitu usus 12 jari (duodenum), dengan panjang sekitar 0,25 meter, usus tengah (jejunum) dengan panjang sekitar 7 meter dan usus penyerapan (ileum) dengan panjang sekitar 1 meter. Dalam usus halus terjadi pencernaan secra kimiawi saja. Pada duodenum terdapat saluran yang terhubung dengan kantung empedu dan pangkreas. Getah pengkreas mengandung enzim lipase, amylase, dan tripsin. Enzim lipase akan mencernah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Amylase akan mencernah amilum manjadi maltose. Trapsin akan mencernah protein manjadi polipeptida. Getah empedu yang dihasilkan hati akan mengemuilsikan lemak yakni membuat lemak agar larut dalam air.

Pencernaan makanan dilanjudkan di jejunum. Pada bagian ini terjadi pencernaan terakhir sebelum zat-zat makanan diserap. Zat-zat makanan setelah melalui jejunum menjadi bentuk yang siap diserap. Penyerapan tersebut terjadi didalam ileum. Glukosa, vitamin yang larut dalam air, asam amino dan mineral setelah diserap oleh vili usus halus akan dibawa oleh darah menuju hati dan diedarkan keseluruh tubuh . glukosa dalam hati selanjudnya disimpan dalam bentuk glikogen. Asam lemak, gliserol, dan vitamin yang larut dalam lemak setelah diserap oleh vili usus halus akan dibawah oleh pembuluh getah bening menuju hati, kemudian disimpan dalam jaringan lemak. Struktur usus manusia memiliki lipatan-lipatan, baik pada bagian luar ataupun pada bagian dalam yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan. Perhatikan gambar berikut :

Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan Utama dan Tambahan Pada Sistem Pencernaan Manusia
Struktur usus halus
Semakin luas bidang permukaan bagian dalam usus, semakin semakin banyak vili yang terdapat akan menyebabkan proses penyerapan yang terjadi juga akan semakin efektif.

e. Usus Besar

Usus besar atau kolon memiliki panjang sekitar 1 meter dan terdiri atas koon asendes (naik), kolon transversum (mendatar), dan kolon desendens (menurun) yang akan berakhir pada anus. Diantara usus halus dan usus besar terdapat usus buntu (sekum). Pada ujung sekum terdapat benjolan kecil yang disebut umbai cacing (apendiks) yang berisi massa sel darah putih yang berperan dalam imunitas.

Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan Utama dan Tambahan Pada Sistem Pencernaan Manusia
Usus besar
Bahan makan yang sampai pada usus besar dapat dikatakan sebagai zat-zat sisa. Zat sisa berada dalam usus besar selama 1-4 hari. Zat sisa tersebut terdiri atas sejumlah besar air dan bahan makanan yang tidak dapat dicernah misalnya selulosa. Usus besar berfungsi mengatur kadar air pada sisa makanan, bila kadar iar pada sisa makan terlalu banyak, maka dinding usus besar akan menyerap air tersebut, sebaliknya bila sisa makanan kekurangan air maka dinding usus besar akan mengeluarkan air dan mengirimnya ke sisa makanan. Didalam usus besar terdapat banyak sekali bakteri (Escherichia coli) yang membantu membusukkan sisa-sisa makanan tersebut. Bakteri Escherichia coli mampu membentuk vitamin K dan B12. Sisa makanan yang tidak terpakai oleh tubuh  beserta gas-gas yang berbau disebut tinja (fases) dan dikeluarkan melalui anus.

2. Organ Pencernaan Tambahan

Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan Utama dan Tambahan Pada Sistem Pencernaan Manusia
Organ Pencernaan Tambahan
Proses pencernaan manusia tidak hanya terdiri atas saluran pencernaan, tetapi juga terdapat organ pencernaan tambahan berupa kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan membantu mencerna makanan dengan menghasilkan enzim-enzim yang digunakan  dalampencernaan makanan secara kimiawi. Terdapat tiga organ pencernaan tambahan yaitu hati, kantung empedu dan pangkreas. Untuk lebih jelasnya mari kita pelajari satu persatu bagian tersebut!

a. Hati

Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh, berada pada rongga perut sebelah kanan dibawah diafragma. Hati berperan dalam proses detoksifikasi. Ketika dalam darah terdapat atau terkandung zat berbahaya dan bersifat racun maka hati akan menetralisir racun tersebut sehingga tidak berbahaya bagi tubuh.

Hati merupakan organ penyimpanan zat besi (Fe) dan vitamin A,D,E,K dan B12 dari darah . hati juga berperan dalam menjaga kadar glukosa dalam darah. Ketiga kadar glokosa dalam darah rendah, hati akan melepas glukosa dengan cara memecah glikogen. Bahkan jika dibutuhkan, hati akan mengubah gliserol,asam lemak, dan asam amino menjadi glukosa. Selain itu hati juga mengatur kadar kolesterol dalam darah. Kolesterol akan diubah menjadi asam kolik ( cholic acid ) yang berfungsi untuk mengemulsi lemak. Sel-sel hati akan mengeluarkan getah yang mengandung kolesterol, asam kolik, garam empedu, lesitin, bilirubin, dan elektrolit. Getah ini disebut dengan getah empedu.

b. Kantung Empedu

Kantung empedu merupakan organ yang berada dibawah hati. Kantung ini akan menyimpan kantung getah empedu yang dihasilkan oleh hati. Getah empedu berwarna kuning kehijauan karna mengandung fikmen bilirubin. Bilirubin merupakan pigmen yang terbentuk dari pemecahan hemoglobin. Getah empedu akan dikeluarkan ke usus halus dan berperan dalam mengemulsikan lemak. Dengan demikian, lemak akan erpecah menjadi butiran-butiran kecil sehingga lebih mudah dicernah oleh enzim pencernaan dan melanjudkan proses pencernaan sehingga mudah diserap oleh tubuh.

c. Pangkreas

Pangkreas merupakan organ yang berada dibalik perut bagian belakang lambung. Sel-sel pada pangkreas kaan menghasilkan cairan pangkreas  yang akan masuk kedala duodenum melalui saluran pangkreas. Getah pangkreas mengandung sodium bikorbonat (NaHCO3) dan enzim –enzim pencernaan  yang berperan dalam pemecan karbohidrat, protein dan loemak. Pangkreas juga merupakan kelenjar endokrin yang menghasilkan hormone insulin. Hormone insulin ini berfungsi untuk mengatur proses pengubahan glukosa dalam darah menjadi glikogen yang disimpan dalam hati. Adanya hormone insulin yang mengontrol keseimbangan jumlah glukosa dalam darah. Apabila terjadi gangguan dalam produksi insulin maka dapat mengakibatkan penyakit diabetes.

Demikian penjelasan diatas, bantu share artikel ini dan terimaksih atas waktu yang anda berikan.

NUTRISI


Jenis Nutrisi yang Dibutuhkan Tubuh

Rabu 01 Jul 2015 07:10 WIB
Rep: MGROL44/ Red: Winda Destiana Putri
Nutrisi yang mencukupi menjadi penyebab tumbuhnya generasi yang positif di Belanda.
Nutrisi yang mencukupi menjadi penyebab tumbuhnya generasi yang positif di Belanda.
Foto: bcworkout
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap makanan yang kita konsumsi sudah pasti mengandung setidaknya tiga nutrisi di dalamnya. Ketika membaca artikel tentang kesehatan dan tips untuk diet, maka yang akan diperhatikan adalah nutrisi untuk tubuh.

Tiga nutrisi tersebut harus masuk dalam tubuh kita setiap harinya. Seperti dilansir Womanitely Selasa (30/6) berikut adalah nutrisi yang harus ada di dalam tubuh Anda.

Vitamin
Kita semua tahu bahwa vitamin penting untuk kesehatan, tetapi apakah Anda yakin vitamin yang dikonsumsi sudah cukup dan benar? Bila kekurangan vitamin, tubuh terasa tidak enak dan bisa menyebabkan sakit. Kekurangan vitamin B12 misalnya, menyebabkan kerusakan otak, kekurangan vitamin A menyebabkan kesehatan mata Anda sedikit terganggu.

Karbohidrat
Karbohidrat merupakan musuh utama bagi yang ingin menurunkan berat badan. Namun pendapat itu tak selamanya benar, banyak pelaku diet mengalami gangguan kesehatan akibat kekurangan karbohidrat. Sukrosa, Fruktosa, Glukosa serta biji-bijian merupakan makanan yang banyak mengandung karbohidrat.

Mineral
Fosfor, zat besi, kalsium, yodium, magnesium dan natrium merupakan mineral yang paling penting bagi tubuh. Disarankan dalam sehari Anda harus mengonsumsi salah satu dari jenis mineral diatas. Fosfor baik untuk sistem saraf tulang dan gigi. Zat besi juga membantu untuk menjaga kesehatan Anda, kalsium menjaga kesehatan tulang dan gigi agar tetap baik, magnesium baik untuk kesehatan jantung dan natrium baik untuk mengatur cairan di dalam tubuh. Perhatikan asupan mineral yang Anda konsumsi dan pastikan memiliki waktu tidur yang cukup demi kesehatan terjaga dengan baik.

Memiliki tubuh yang sehat berasal dari kebiasaan hidup diri sendiri. Bila rajin mengonsumsi makanan yang sehat tubuh pun tidak mudah diserang dengan berbagai macam penyakit.sumber:https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/15/07/01/nqs51k-jenis-nutrisi-yang-dibutuhkan-tubuh

KEBUTUHAN ENERGI

KEBUTUHAN ENERGI

Tubuh membutuhkan energi untuk mempertahankan suhu tubuh normal, 37 derajat celcius.Jumlah energi ini berasal dari makanan. Jumlah energi yang dibutuhkan tubuh dan jumlah energi yang tersedia dalam makanan diukur dalam satuan kalori.Satu satuan kalori(kalkal) menunjukkan jumlah energi yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 gram air sebesar 1 derajat celcius. 1 kilokalori(kkal) sama dengan 1.000 kalori(kal) sama dengan 4.200 joule(J)

Keseimbangan energi dapat terjadi ketika kalori yang masuk dalam tubuh melalui makanan sama dengan kalori yang dikeluarkan melalui metabolisme tubuh dan aktivitas otot, maka berat badanmu akan cenderung tetap.
Dua jenis keseimbangan :
1. Keseimbangan Energi Positif
  Jika kalori yang masuk dalam tubuh melebihi kalori yang dikeluarkan. Artinya, jaringan tubuhmu      akan menyimpan kelebihan nutrisi tersebut. Kenaikan berat badan dapat terjadi jika sekitar 3.500        kkal disimpan dalam bentuk lemak pada jaringan tubuh.

2. Keseimbangan Energi Negatif
    Jika kalori yang dikeluarkan tubuh lebih besar dibandingkan dengan kalori yang masuk dalam            tubuh. Artinya tubuhmu akan melakukan pembakaran simpanan nutrisi yang tersimpan dalam              tubuh untuk memenuhi kalori yang dibutuhkan tubuhmu, dapat menurunkan berat badan.

Kebutuhan energi yang diperlukan setiap orang berbeda-beda. Hal ini tergantung dari beberapa factor, antara lain yaitu : umur, jenis kelamin, berat dan tinggi badan serta tingkat aktivitas sehari-hari

Kebutuhan energi untuk pertumbuhan (kal/hari)
Image result for kebutuhan energi pertumbuhan
Untuk mempermudah perhitungan, perhatikan contoh berikut :
Naufal berusia 21 tahun, berat badan 58 kg, tinggi 160 cm, aktivitas sehari-harinya adalah kuliah termasuk kategori ringan- sedang. Sehingga kebutuhan energi Naufal dapat dihitung melalui tahapan sebagai berikut :

Tahap 1 :   IMT = BB/TB2
                              58/(1.6)2  =22.6 (normal)

Tahap 2 :   BMR = BB X 24 kalori
                               58  X  24 kalori = 1392 kalori

       Tahap 3 :  SDA = 10 % X BMR
                                     10 % X 1392  = 139.2 kalori
   
       Tahap 4 :  Energi Aktivitas fisik
      Faktor Aktivitas Fisik X {BMR + SDA (10 % BMR)}
                        1.7 X (1392 + 139.2) = 2603 kalori
Jadi total kebutuhan energi  perhari adalah 2603 kalori

Sumber : 
Buku Paket IPA Kelas 8 Semester 2 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017