This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label ipa bab 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ipa bab 4. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Oktober 2019

GEJALA KEKURANGAN MINERAL

Ciri Tubuh Kekurangan Mineral Kompas.com - 06/07/2018, 08:35 WIB BAGIKAN: Komentar Hindari stres saat bepergian (fizkes) Penulis Nabilla Tashandra | Editor Lusia Kus Anna KOMPAS.com - Kamu mudah lelah? Atau sering pusing atau bahkan pingsan sesuai berolahraga di bawah terik matahari? Itu adalah beberapa tanda tubuh kekurangan mineral. Mineral ternyata tak sesederhana kedengarannya. Walau kebutuhannya sangat kecil, namun harus terpenuhi. Jika tidak, banyak masalah kesehatan yang bisa kita alami. Pakar gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Diana Sunardi, M.Gizi, SpGK menjelaskan, mineral memiliki beragam manfaat dalam fungsi tubuh. Mulai dari mengatur pengaturan pertumbuhan jaringan, memelihar kerja jaringn syaraf, membantu transport nutrisi antar sel, dan lainnya. Mineral juga terbagi menjadi dua, yakni mineral major dan minor. Mineral major adalah yang dibutuhkan dalam jumlah banyak oleh tubuh, seperti kalsium, kalium, fosfor, magnesium, sulfur, natrium, dan klorida. Sementara mineral minor adalah yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, seperti seng, kobalt, mangan, dan lainnya. Pingsan Beberapa gejala kekurang mineral sudah kita pahami. Misalnya, kekurangan mikro mineral seperti zat besi akan mengalami anemia. Sementara jika kekurangan kalsium berpotensi mengalami osteoporosis. Tanda lainnya adalah tubuh mudah mengalami kelelahan, otot-otot lemas atau mudah kram. "Itu adalah salah satu tanda yang paling mudah (ditemukan) untuk adanya kekurangan mineral," ujar Diana. Baca juga: 6 Kebaikan yang Didapatkan Jika Rutin Minum Air Hangat Kekurangan mineral juga bisa mengganggu sistem pencernaan dan penyerapan zat gizi. Untuk jangka panjang, kekurangan mineral kronis akan membuat kulit tampak kusam. Sementara untuk makro mineral, seperti natrium dan klorida, efeknya cenderung lebih serius. Mulai dari kram yang lebih parah hingga turunnya tekanan darah. Sedangkan kekurangan magnesium juga berpotensi membuat irama jantung tidak teratur. Diana mencontohkan, ketika kita olahraga pagi pada cuaca yang panas dan terik, seperti di Car Free Day (CFD) namun sebelumnya tak pernah berolahraga, kita akan banyak berkeringat. Banyak berkeringat belum tentu karena olahraga yang kita lakukan. Jika disertai dengan rasa pusing dan otot tegang, berarti tubuh kita kekurangan mineral. "Itu pertanda awal dari kekurangan mineral. Lebih lanjut lagi bisa sampai pingsan atau gangguan irama jantung," tuturnya. Untuk memastikan asupan mineral serta zat-zat lainnya cukup, Diana menjelaskan adanya rekomendasi gizi seimbang dari pemerintah, yakni Tumpeng Gizi Seimbang. Misalnya, makanan pokok 3-4 porsi, sayur 3-4 porsi, buah 2-3 porsi, lauk pauk dengan sumber protein lengkap, hingga membatasi asupan gula, garam dan minyak. Konsumsi air putih juga cukup agar asupan mineral tetap terjaga. "Dari air minum mineral yang dikonsumsi sehari-hari juga bisa memenuhi kebutuhan. Utamanya magnesium," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ciri Tubuh Kekurangan Mineral", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/07/06/083500320/ciri-tubuh-kekurangan-mineral?page=all.
Penulis : Nabilla Tashandra
Editor : Lusia Kus Anna

GEJALA KEKURANGAN VITAMIN

Akibat Kekurangan Vitamin B dan Gejala yang Ditimbulkan

Kekurangan vitamin B dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti beri-beri, kesemutan, hingga anemia. Vitamin B, sama seperti vitamin C, termasuk dalam golongan vitamin yang larut dalam air. Itu artinya vitamin B tidak disimpan di dalam tubuh dan perlu dikonsumsi secara rutin.
Vitamin B kompleks – mulai dari B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, hingga B12 – berfungsi membantu tubuh mengolah dan mendapatkan energi dari makanan yang dikonsumsi, memelihara kesehatan otot, mata, dan saraf, menghasilkan enzim, serta berguna untuk membentuk sel darah merah.
Akibat Kekurangan Vitamin B dan Gejala yang Ditimbulkan - Alodokter

Dampak Kekurangan Vitamin B

Kekurangan vitamin B dapat menimbulkan masalah kesehatan yang beragam. Hal ini tergantung dari jenis vitamin B yang jumlahnya kurang di dalam tubuh. Berikut adalah gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat kurangnya asupan vitamin B:

1. Vitamin B1 (thiamine)

Menurut Kementrian Kesehatan republik Indonesia, asupan vitamin B1 yang direkomendasikan per hari berkisar antara 1 hingga 1,4 mg. Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan penyakit beri-beri dan penyakit Wernicke. Beri-beri dapat dikenali dari gejala sesak napas, gerakan mata yang tidak normal, detak jantung meningkat, kaki bengkak, dan muntah-muntah.
Sedangkan penyakit Wernicke memengaruhi sistem saraf dan menyebabkan penglihatan berbayang, gangguan koordinasi otot, dan penurunan fungsi mental. Jika tidak diobati, penyakit Wernicke dapat memburuk dan menjadi sindrom Wernicke-Korsakoff.
Gejala sindrom Wernicke-Korsakoff dapat berupa halusinasi, amnesia, mata sulit dibuka (ptosis), sulit memahami suatu informasi, hilang ingatan atau tidak bisa membentuk ingatan baru.

2. Vitamin B2 (riboflavin)

Vitamin B2 berfungsi membantu pengolahan energi dari makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein. Vitamin B2 juga penting untuk pertumbuhan dan produksi sel darah merah. Sebagai pengobatan, vitamin B2 dipercaya efektif untuk mengobati sakit kepala dan menurunkan risiko katarak.
Rekomendasi asupan vitamin B2 yang disarankan adalah 1-1,5 mg per hari. Jika kekurangan vitamin B yang satu ini, tubuh akan kekurangan nutrisi lain, seperti zat besi dan protein. Pada ibu hamil, kekurangan vitamin B2 dapat menghambat pertumbuhan bayi dalam kandungan dan meningkatkan risiko preeklamsia.
Kekurangan vitamin B2 dapat dikenali dengan munculnya gejala berupa anemia, mata merah, kulit kering, bibir pecah-pecah, infeksi mulut, hingga sensitif terhadap cahaya.

3. Vitamin B3 (niacin)

Vitamin B3 perlu dikonsumsi sebanyak 10-15 mg per hari. Tanpa vitamin B3, tubuh akan mudah mengalami kelelahan, gangguan pencernaan, sariawan, muntah, kelelahan, hingga depresi.
Kalau parah, kekurangan vitamin B jenis ini bisa menimbulkan penyakit pellagra yang ditandai dengan ruam bersisik pada area kulit yang terkena matahari, muntah, diare, sakit kepala, tubuh sering lelah, depresi, mulut bengkak, lidah memerah cerah, dan kesulitan berkonsentrasi. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan kematian.

4. Vitamin B5 (pantothenic acid)

Rekomendasi asupan vitamin B5 adalah 5 mg per hari. Kekurangan vitamin B5 merupakan kasus yang langka, karena vitamin ini bisa ditemukan pada hampir semua jenis sayuran.
Namun jika terjadi, orang yang kekurangan vitamin B jenis ini akan mengalami sakit kepala, tubuh terasa lelah, mudah emosi, sensasi perih pada lengan atau kaki, mual, rambut rontok, denyut jantung meningkat, dan gangguan pencernaan .

5. Vitamin B6 (pyridoxine)

Asupan vitamin B7 yang direkomendasikan berkisar antara 1,3 – 1,5 mg per hari. Kekurangan vitamin B6 mengakibatkan anemia dan gangguan kulit, seperti ruam atau pecah-pecah di sekitar mulut.
Kurangnya vitamin B6 juga dapat meningkatkan risiko gangguan otak seperti depresi, kejang dan kebingungan, mual, otot berkedut, luka di sudut bibir, kesemutan dan nyeri pada tangan dan kaki.

6. Vitamin B7 (biotin)

Biotin atau vitamin B7 merupakan nutrisi yang berperan mengubah karbohidrat dan lemak menjadi energi. Selain itu, biotin juga merupakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan mata dan pertumbuhan rambut, mengatur metabolisme, dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Kekurangan jenis vitamin B yang satu ini bisa Anda kenali dengan munculnya gejala berupa rambut rontok, kulit kering, ruam bersisik di sekitar mata atau mulut, mata kering, kelelahan, dan depresi.

7. Vitamin B9 (folat)

Kekurangan vitamin B9 dapat menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah atau anemia megaloblastik. Asupan folat yang direkomendasikan per hari adalah 400 – 600 mikrogram (mcg).
Tidak cukupnya vitamin B9 dalam tubuh bisa menimbulkan beragam gangguan kesehatan, seperti tubuh terasa lelah, sesak napas, rambut beruban, sariawan, pertumbuhan tubuh yang buruk, dan lidah membengkak.

8. Vitamin B12

Tidak memadainya jumlah vitamin B12 dalam tubuh ditandai dengan penyakit kuning (jaundice), anemia, kehilangan nafsu makan, gangguan penglihatan, susah buang air besar, detak jantung tidak teratur, hingga napas sesak.
Jika tidak mendapatkan penanganan, kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan komplikasi berupa kemandulan, pikun, cacat tabung saraf pada janin, gangguan penglihatan, hingga ataksia.

Cara Memenuhi Kebutuhan Vitamin B

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin B harian, Anda bisa mengonsumsi makanan-makanan atau pun minuman yang mengandung nutrisi ini. Bayam, telur, susu, daging ayam, dan yoghurt merupakan contoh makanan yang kaya akan vitamin B.
Selain dari makanan, asupan vitamin B juga bisa didapatkan dari berbagai suplemen atau multivitamin. Namun untuk menentukan jenis suplemen dan dosisnya, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter gizi.
Dokter akan menentukan jenis serta dosis suplemen vitamin B yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, sekaligus membuatkan daftar makanan yang baik Anda konsumsi untuk memenuhi kebutuhan vitamin B.
Terakhir diperbarui: 17 Mei 2019
Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian
Referensi

konstipasi


Konstipasi atau sembelit adalah frekuensi buang air besar yang lebih sedikit dari biasanya. Jarak waktu buang air besar pada setiap orang berbeda-beda. Namun umumnya dalam satu minggu, manusia buang air besar setidaknya lebih dari 3 kali. Jika frekuensi buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu, maka seseorang disebut mengalami konstipasi. Akibatnya, tinja menjadi kering dan keras sehingga lebih sulit dikeluarkan dari anus.
Stomach illness
Buang air besar merupakan tahap terakhir proses pencernaan. Dalam sistem pencernaan manusia, makanan yang dikonsumsi menuju lambung, usus kecil, kemudian usus besar. Setelah air dan nutrisi yang diperlukan tubuh diserap dalam usus, sisa makanan tersebut lalu dikeluarkan melalui anus sebagai tinja.
Setiap orang sesekali bisa mengalami konstipasi, namun biasanya bukan merupakan kondisi serius dan berlangsung hanya sebentar. Tingkat keparahan konstipasi pada setiap orang berbeda-beda, Pada beberapa kasus, konstipasi dapat menjadi kronis jika kondisi ini berulang hingga beberapa kali dalam waktu 3 bulan. Gangguan sembelit kronis ini dapat mengganggu kegiatan penderita setiap hari.
Penyabab konstipasi bisa lebih dari satu faktor, dari pola makan dan hidup yang buruk, atau kondisi medis tertentu. Sementara pada anak-anak, selain beberapa penyebab yang telah disebutkan, kebiasaan menahan keinginan untuk buang air besar atau stres juga dapat membuat mereka mengalami sembelit. Untuk mengatasi konstipasi, langkah penanganan yang bisa dilakukan adalah dengan mengubah pola makan dan gaya hidup, pemberian obat, atau prosedur operasi.

diare

Pengertian Diare


Diare adalah penyakit yang membuat penderitanya menjadi sering buang air besar, dengan kondisi tinja yang encer. Pada umumnya, diare terjadi akibat makanan dan minuman yang terpapar virus, bakteri, atau parasit.
Diare merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data informasi profil kesehatan Indonesia tahun 2017 dari Kemenkes RI, jumlah kasus diare seluruh Indonesia adalah sekitar 7 juta, dan paling banyak terjadi di provinsi Jawa Barat dengan 1,2 juta kasus.
diare - Alodokter
Biasanya diare hanya berlangsung beberapa hari (akut), namun pada sebagian kasus dapat memanjang hingga berminggu-minggu (kronis). Pada umumnya, diare tidak berbahaya jika tidak terjadi dehidrasi. Namun, jika disertai dehidrasi, penyakit ini bisa menjadi fatal, dan penderitanya perlu segera mendapat pertolongan medis.

Gejala dan Penyebab Diare

Gejala diare bervariasi. Penderita bisa merasakan satu atau lebih gejala. Namun, gejala yang paling sering dirasakan penderita diare antara lain:
  • Perut terasa mulas.
  • Tinja encer atau bahkan berdarah.
  • Mengalami dehidrasi.
  • Pusing, lemas, dan kulit kering.
Sebagian besar diare disebabkan oleh infeksi kuman di usus besar. Namun, diare yang berlangsung lama dapat terjadi akibat radang di saluran pencernaan.

Pengobatan dan Pencegahan Diare

Penderita diare dapat meminum cairan elektrolit, guna mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare. Selama terjadi diare, konsumsi makanan yang lunak dan antibiotik atau obat anti diare. Untuk kondisi yang lebih serius, dokter mungkin akan memberikan obat-obatan, seperti:
  • Obat antibiotik
  • Obat pereda nyeri
  • Obat yang dapat memperlambat gerakan usus.
Untuk mencegah diare, Anda dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan diri dan makanan, serta hindari konsumsi makanan dan meminum air yang tidak dimasak hingga matang.

HEPATITS

Hepatitis A

Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian
Hepatitis A
Jaundice eye.jpg
Mata penderita hepatitis A yang berwarna kekuningan
Klasifikasi dan rujukan luar
SpesialisasiPenyakit infeksi Sunting ini di Wikidata
ICD-10B15.
ICD-9-CM070.0070.1
DiseasesDB5757
MedlinePlus000278
eMedicinemed/991 ped/977
Patient UKHepatitis A
MeSHD006506
Hepatitis A
Hepatitis A virus 02.jpg
Penampakan virus hepatitis A dengan menggunakan mikroskop elektronik
Klasifikasi virus
Grup:Grup IV ((+)ssRNA)
Ordo:Picornavirales
Famili:Picornaviridae
Genus:Hepatovirus
Spesies:Hepatitis A virus
Hepatitis A adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus hepatitis tipe A yang disebarkan dari tinja penderita yang biasanya menyebar melalui makanan dan minuman.[1] Beberapa kasus hanya menampakkan sedikit gejala atau tanpa gejala terutama bagi yang berusia muda.[2] Waktu antara dan gejala, antara 2-6 minggu.[3] Gejalanya biasanya berakhir dalam 8 minggu dan meliputi: mual (nausea), muntah-muntah, mencret, kulit kuning (terutama bagian putih dari mata), demam, dan nyeri abdomen.[2] Sekitar 10–15% dari penderita akan kambuh kembali dalam 6 bulan setelah infeksi pertama.[2] Penyakit hepatitis A yang fatal jarang terjadi, tetapi mungkin terjadi pada lansia.[2]

Penyebab[sunting | sunting sumber]

Biasanya penyakit ini disebarkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh kotoran penderita hepatitis A.[2] Kerang yang tidak dimasak dengan matang, biasanya menjadi sumber infeksi penyakit ini.[4] Dapat juga menyebar melalui kontak erat dengan penderita.[2] Setelah terkena hepatitis A satu kali, maka orang tersebut akan kebal seumur hidupnya terhadap penyakit ini.[5] Diagnosa membutuhkan tes darah, karena gejalanya seringkali sama dengan penyakit lainnya.[2]

Pengobatan[sunting | sunting sumber]

Vaksin hepatitis A efektif untuk pencegahan.[2][6] Beberapa negara merekomendasikan vaksinasi untuk anak-anak dan pada yang beresiko tinggi dan belum pernah divaksin sebelumnya.[2][7] Vaksinasi tampaknya efektif untuk seumur hidup.[2] Usaha pencegahan lainnya adalah mencuci tangan dan memasak makanan dengan matang.[2] Tidak ada perawatan khusus yang bisa dilakukan, kecuali istirahat dan pengobatan untuk mengatasi mual, atau mencret sesuai kebutuhan.[2] Infeksi biasanya sembuh dengan sempurna dan tanpa penyakit hati berkelanjutan.[2] Penanganan kegagalan hati yang akut, jika terjadi, bisa dilakukan transplantasi hati.[2]

Epidemiologi[sunting | sunting sumber]

Didunia terjadi sekitar 1,5 juta penderita hepatitis A dengan gejala setiap tahunnya[2] dengan perkiraan sekitar 10 juta yang terinfeksi setiap tahunnya.[8] Umumnya terjadi di bagian dunia dengan sanitasi yang buruk dan tidak cukup air bersih.[7] Di negara berkembang sekitar 90% anak-anak pada umur sepuluh tahun pernah terinfeksi dan akan kebal pada saat dewasa kelak.[7] Kadang-kadang terjadi wabah di negara berkembang yang agak maju, ketika anak-anak belum terkena infeksi hepatitis A sebelumnya, tetapi juga tidak divaksinasi, demikian juga kebanyakan yang lainnya.[7] Di tahun 2010, Hepatitis A akut menyebabkan 102,000 kematian.[9] World Hepatitis Day terjadi tiap tahun pada tanggal 28 Juli untuk mengingatkan akan virus hepatitis.[7]

Masa inkubasi[sunting | sunting sumber]

Penularan virus hepatitis A melalui fecal oral, yaitu virus yang ditemukan pada tinja. Virus ini juga mudah menular melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi, juga terkadang melalui hubungan seks dengan penderita.
Gejala hepatitis A biasanya tidak muncul sampai Anda memiliki virus selama beberapa minggu. Hepatitis A sangat terkait dengan pola hidup bersih. Dalam banyak kasus, infeksi Hepatitis A tidak pernah berkembang hingga separah Hepatitis B atau C, sehingga tidak akan menyebabkan kanker hati. Meski demikian, Hepatitis A tetap harus diobati dengan baik karena mengurangi produktivitas bagi yang harus dirawat di rumah sakit.
Waktu terekspos sampai kena penyakit kira-kira 2 sampai 6 minggu. Penderita akan mengalami gejala-gejala seperti demam, lemah, letih, dan lesu, pada beberapa kasus, seringkali terjadi muntah-muntah yang terus menerus sehingga menyebabkan seluruh badan terasa lemas. Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya yaitu pada demam berdarahtbcthypus, dll.

Gejala[sunting | sunting sumber]

Gejala awal dari infeksi hepatitis A dapat tersaru dengan influenza, bahkan beberapa penderita, terutama anak-anak, tidak menunjukkan gejala sama sekali. Masa inkubasi, sampai pertama kali gejala muncul, setelah terjadi infeksi, biasanya 2-6 minggu.[10] 90% anak-anak yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala. Rata-rata masa inkubai adalah 28 hari.[3]
Gejala infeksi hepatitis A berhubungan langsung dengan usia, 80% orang dewasa memiliki gejala sehubungan dengan virus hepatitis akut dan mayoritas anak-anak tidak menunjukkan gejala atau infeksi yang tak terdeteksi.[11]
Gejala biasanya berakhir kurang dari 2 bulan, meskipun pada sebagian penderita dapat sakit hingga 6 bulan lamanya.[12]
Tanda dan gejala hepatitis A yaitu:
  • Kelelahan
  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Menguningnya kulit dan bagian putih mata (jaundice), karena meningkatnya kadar bilirubin
  • Urin berwarna gelap seperti teh
  • Mencret
  • Kotoran BAB yang berwarna terang atau mirip tanah liat
Hepatitis A dapat dibagi menjadi 3 stadium:
  • Pendahuluan (prodromal) dengan gejala letih, lesu, demam, kehilangan selera makan dan mual;
  • Stadium dengan gejala kuning (stadium ikterik); dan
  • Stadium kesembuhan (konvalesensi). Gejala kuning tidak selalu ditemukan. Untuk memastikan diagnosis dilakukan pemeriksaan enzim hati, SGPT, SGOT. Karena pada hepatitis A juga bisa terjadi radang saluran empedu, maka pemeriksaan gama-GT dan alkali fosfatase dapat dilakukan di samping kadar bilirubin.

Masa pengasingan yang disarankan[sunting | sunting sumber]

Selama 2 minggu setelah gejala pertama atau 1 minggu setelah penyakit kuning muncul. Pasien juga diharapkan menjaga kebersihan. Dan lebih baik dirawat dirumah sakit agar mendapat bantuan medis yang memadai

Pencegahan[sunting | sunting sumber]

Kasus-kasus ringan hepatitis A biasanya tidak memerlukan pengobatan dan kebanyakan orang yang terinfeksi sembuh sepenuhnya tanpa kerusakan hati permanen.
Perilaku hidup bersih seperti mencuci tangan pakai sabun sebelum makan dan sesudah dari toilet adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi diri terhadap virus Hepatitis A. Orang yang dekat dengan penderita mungkin memerlukan terapi imunoglobulin. Imunisasi hepatitis A bisa dilakukan dalam bentuk sendiri (Havrix) atau bentuk kombinasi dengan vaksin hepatitis B (Twinrix). Imunisasi hepatitis A dilakukan dua kali, yaitu vaksinasi dasar dan booster yang dilakukan 6-12 bulan kemudian, sementara imunisasi hepatitis B dilakukan tiga kali, yaitu dasar, satu bulan dan 6 bulan kemudian. Imunisasi hepatitis A dianjurkan bagi orang yang potensial terinfeksi seperti penghuni asrama dan mereka yang sering jajan di luar rumah.
Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk Hepatitis A, sebab infeksinya sendiri biasanya akan sembuh dalam 1-2 bulan. Namun untuk mengurangi dampak kerusakan pada hati sekaligus mempercepat proses penyembuhan, beberapa langkah penanganan berikut ini akan diberikan saat dirawat di rumah sakit:
  • Istirahat
Tujuannya untuk memberikan energi yang cukup bagi sistem kekebalan tubuh dalam memerangi infeksi.
  • Anti mual
Salah satu dampak dari infeksiHhepatitis A adalah rasa mual, yang mengurangi nafsu makan. Dampak ini harus diatasi karena asupan nutrisi sangat penting dalam proses penyembuhan.
  • Istirahatkan hati
Fungsi hati adalah memetabolisme obat-obat yang sudah dipakai di dalam tubuh. Karena hati sedang mengalami sakit radang, maka obat-obatan yang tidak perlu serta alkohol dan sejenisnya harus dihindari selama sakit.
Pencegahannya untuk Hepatitis A adalah melakukan vaksinasi yang juga tersedia untuk orang-orang yang berisiko tinggi.